Vivian Westwood tidak pernah menyangka jika punk, gaya yang ditawarkannya di tahun 70-an, saat dia menjadi seorang desainer ternama, akan bertahan hidup sampai sekarang dengan beragam aliran. Bahkan digandrungi banyak anak muda diseantero dunia. Akan tetapi apa sebenarnya punk itu? Hanya sekedar Lifestyle-kah?
Menurut Webster New World Dictionary, punk kata aslinya berarti menyalahgunakan (a prostitute). Dalam bahasa prokemnya bisa berarti gay, bajingan muda (young hoodlum), atau apa saja tentang seseorang, khususnya berkaitan dengan anak muda, yang dianggap kurang pengalaman (inexperienced), sampah alias tidak berarti (insignificant), juga (presumptuous). Dalam kamus tersebut dicantumkan pula entry punk yang sangat dekat hubungannya dengan jenis musik, punk rock, yang punya ciri2 khas baik warna musik maupun dandanan personilnya yang unik.
Punk sebagai aliran musik, muncul di tahun 1970-an melalui sosok Johnny Rotten dari Sex Pistol di Inggris dan The Ramones di Amerika. Sesuai perubahan jaman, maka warna musik punk itu pun mengalami perubahan. Ini dapat kita lihat pada band2 beraliran punk seperti : bad Religion atau NOFX atau generasi terakhir mereka Blink 182, Rocket Rockers dan Endank Soekamti yang pernah ngetop dengan lagu Bau Mulut. Dengan kata lain, tiap generasi punya pahlawan punk-nya sendiri.
